PGSD, KAMPUSKU
NYAMAN MENARIK HATI ?
Pesona PGSD ternyata mampu memikat
lulusan SMA untuk mendaftar menjadi mahasiswa jurusan tersebut. Siapa yang
tidak ingin masuk kuliah di perguruan tinggi Negeri atau favorit serta masuk
jurusan yang favorit serta prospek ke depannya baik. PGSD atau Pendidikan
Guru Sekolah Dasar yaitu jurusan pencetak guru-guru SD di Indonesia yang
sekarang menjadi fenomena saat Ujian Masuk Perguruan Tinggi beberapa tahun
terakhir. PGSD Universitas Negeri Semarang yang berada di dua wilayah yaitu
PGSD Ngaliyan dan PGSD Tegal merupakan jurusan terfavorit di Universitas Negeri
Semarang. Ribuan calon pendaftar memilih PGSD sebagai pilihan pertama ketika
SNMPTN. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Semarang
(Unnes) tetap menjadi primadona bagi para pendaftar. Tercatat, 11.474 pendaftar
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 harus
memperebutkan 330 kursi yang tersedia pada jurusan tersebut. (dalam www.kampus.okezone.com)
Jurusan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebuah jurusan yang berada di bawah naungan
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Sebuah Universitas yang
mengukuhkan diri sebagai universitas konservasi sejak diberlakukannya Peraturan
Rektor nomor 22 Tahun 2009. Berdasar Peraturan Rektor nomor 22 Tahun 2009 yang dimaksud Universitas Konservasi adalah universitas yang dalam
pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memiliki konsep
yang mengacu pada prinsip-prinsip konservasi (perlindungan, pengawetan, dan
pemanfaatan secara lestari) baik konservasi terhadap sumberdaya alam,
lingkungan, sumberdaya manusia, seni dan budaya. Menilik pada peraturan rektor
tersebut lingkungan juga termasuk aspek yang harus diperhatikan dalam
pelaksanaan konservasi. PGSD yang terbagi menjadi PGSD Ngaliyan dan PGSD Tegal
sedang giat melakukan pembangunan dan penataan lingkungan kampus, yang juga
harus tetap memperhatikan lingkungan sebagai salah satu aspek konservasi di
Universitas Negeri Semarang.
Mahasiswa
Baru di Jurusan PGSD UPP Ngaliyan, kesan pertama yang ada di setiap hati
mahasiswa baru angkatan 2011 saat itu adalah gedung SMA tempat asal lebih bagus
dan lebih baik dari gedung PGSD. Kampus yang terletak di daerah Wonosari Ngaliyan
dengan kontur pegunungan dan tanah merah yang ketika hujan akan becek dan
banyak kubangan lumpur serta berada di pinggir jurang. Sangat berbeda dari
kesan pertama ketika mengikuti PPA (Program Pengenalan Akademik) yang pada
tahun 2011 diadakan secara terpadu yaitu seluruh mahasiswa dari jurusan di
Fakultas Ilmu Pendidikan menjadi satu di Fakultas Ilmu Pendidikan di daerah
Sekaran bertempat di depan gedung A2 atau Dekanat FIP. Gedung di Fakultas serta
lingkungan berbeda dengan lingkungan di PGSD saat itu. Gedung di fakultas
tampak rapi dan terawat serta lingkungan bersih dan hijau walaupun terletak
disamping jurang, namun jurang di dekat fakultas hijau tersebut terawat dengan
ditanami pohon besar untuk penyangga kontur tanah.
Lingkungan
PGSD UPP Ngaliyan saat itu masih belum dibangun gedung seperti saat ini. Dua
kerangka gedung dibiarkan tidak terurus serta puing-puing reruntuhan bangunan
menjadi pemandangan pertama ketika masuk gerbang PGSD. Hal yang terbayang saat
itu adalah kampusku, tidak senyaman dan seindah SMAku dahulu. Kontras dengan
asrama PGSD yang mewah seperti hotel dengan tiga gedung utama dan gazebo
diantara gedung. Namun hal itu ternyata juga mnejadi perhatian pihak jurusan
dan universitas sehingga selang beberapa bulan, PGSD mulai membangun dan
berbenah diri sehingga sekarang di PGSD telah ada 3 gedung baru yaitu gedung
kantor PGSD dan Laboraturium Microteaching serta gedung perkuliahan yang sampai
saat ini belum digunakan.
Pembangunan
lingkungan kampus di universitas negeri semarang sebagai universitas konservasi
tentu tidak terlepas dari tujuh pilar konservasi yaitu Arsitektur Hijau dan Transportasi
Internal, Biodiversitas, Energi Bersih, Seni Budaya, Kaderisasi Konservasi, Kebijakan
Nir Kertas dan Pengolahan Limbah. Terkait dengan tujuh pilar konservasi
tersebut pembangunan di PGSD juga tidak terlepas dari tujuh pilar konservasi.
Arsitektur Hijau secara sederhana mempunyai pengertian bangunan atau lingkungan
binaan yang dapat mengurangi atau dapat melakukan efisiensi sumber daya material,
air dan energi, dalam pengertian luas adalah bangunan atau lingkungan binaan
yang efisien dalam penggunaan energi, air dan segala sumber daya yang ada,
mampu menjaga keselamatan, keamanan dan kesehatan penghuninya dalam mengembangkan
produktivitas penghuninya, mampu mengurangi sampah, polusi dan kerusakan
lingkungan. (dalam www.konservasi.unnes.ac.id)
Kampus
PGSD yang terletak di daerah Wonosari Ngaliyan ini rawan dengan bencana yaitu
banjir dan tanah longsor. Bersebelahan dengan jurang, kampus PGSD UNNES pada
tanggal 15 januari 2013 mengalami bencana tanah longsor. Dua buah gedung kosong
yang terletak di bibir jurang roboh bersama dengan tanah yang longsor. Hal yang
memprihatinkan mengingat UNNES merupakan universitas konservasi yang menjunjung
tujuh pilar konservasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan dan kesehatan
penghuninya serta Jurusan PGSD adalah jurusan terfavorit di UNNES yang menjadi
ikon universitas konservasi tersebut. Pengerian kata ikon menurut KBBI
merupakan lukisan, gambar. Menilik dari arti kata tersebut PGSD sebagai ikon
UNNES merupakan gambaran UNNES pertama kali untuk masyarakat awam yang belum
mengenal UNNES. Sebagai ikon universitas, PGSD harus menunjukkan bahwa UNNES
merupakan kampus konservasi yang harus dibarengi dengan pembnagunan dan
penataan lingkungan PGSD. Hal-hal yang harus dilakukan untuk menata lingkungan
PGSD adalah dengan memperhatikan tujuh langkah menuju PGSD Jaya yaitu :
1.
Penghijaun
dan Terasering Jurang
Penataan bangunan di pinggir jurang
merupakan hal yang harus dilakukan pertama kali. Penghijaundan terasering untuk
mencegah terjadinya tanah longsor untuk ketiga kalinya di PGSD. Untuk
mewujudkan hal ini program one man one
tree yang digalakkan oleh Rektor UNNES sudah selayaknya diarahkan untuk
penghijauan di lingkungan PGSD UNNES. Bukan hanya menanam tetapi merawat dan
menjaga agar penghijauan tersebut berhasil. Pembuatan terasering juga sangat
diperlukan dalam mencegah tanah longsor tersebut mengingat kontur tanah di
wilayah PGSD ini mudah longsor jika musim penghujan tiba. Karena, setiap musim
penghujan tiba setiap mahasiswa, akan merasa tidak tenang ketika ,menuntut ilmu
dan dibayangi dengan bencana tanah longsor sehingga mereka merasa tidak nyaman
untuk belajar di universitas konservasi tersebut.
2.
Pemanfaatan
Lahan Kosong
Kampus PGSD UPP Ngaliyan mempunyai
tanah yang lebih luas dari Fakultas Ilmu Pendidikan yang seharusnya bisa
dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kampus dan sarana pembelajaran bagi mahasiswa
yang nantinya akan menjadi calon guru SD yang terjun ke daerah-daerah di
seluruh pelosok Jawa tengah dan Indonesia. Lahan kosong ini dapat dimanfaatkan
untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha dengan memanfaatkan lahan
kosong tersebut menjadi lahan pertanian. Di lahan tersebut mahasiswa PGSD dapat
membudidayakan pohon buah, karena pada saat kuliah Pendidikan IPA SD mahasiswa
mendapat tugas membawa satu buah bibit tanaman buah. Nantinya bibit tanaman
buah tersebut dapat dimanfaatkan untuk ditanam di lahan mosong tersebut dan
mahasiswa yang akan merawat pohon tersebut dan hasilnya yang akan merasakan
juga mahasiswa.
3.
Pembuatan
Taman dan Gazebo di Lingkungan Kampus
Jika melihat di UNNES Sekaran di
beberapa Fakultas telah ada Taman dan Gazebo yang digunakan oleh mahasiswa
untuk beristirahat atau mengerjakan tugas di sela-sela kesibukan kuliah. Gazebo tersebut dilengkapi dengan wifi yang dapat digunakan oleh mahasiswa
kapanpun. Walaupun di kampus PGSD sudah ada wifi namun hal tersebut belum maksimal
karena wifi hanya terdapat di kantor
PGSD dan laboraturium microteaching. Taman tersebut juga dapat memperindah
lingkungan kampus dan menunjukkan kesan sebagai Universitas konservasi yang
peduli terhadap lingkungan. Karena pohon di taman tersebut dapat menghasilkan
oksigen dan membuat udara menjadi sejuk.
4.
Penggalakan
Jumat Bersih
Penggalakan Jumat bersih di Kampus
PGSD merupakan suatu upaya untuk menumbuhkan karakter kerjasama, gotong royong.
Kerjasama antara mahasiswa dan dosen dan seluruh keluarga PGSD UNNES untuk
sadar lingkungan dan mencintai Kampus PGSD. Menunjukkan aksi nyata dan bukan
hanya mengeluh dengan lingkungan kampus. Hari Jumat yang biasanya digunakan
untuk senam juga harus digalakkan untuk kerjabakti membersihkan lingkungan
PGSD, agar setiap keluarga besar PGSD merasakan menjadi bagian dari kampus PGSD
dan memiliki Kampus PGSD.
5.
Pembuatan Lubang
Biopori
Lubang resapan biopori adalah
teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara
meningkatkan daya resapan air, mengubah sampah organik menjadi kompos dan
mengurangi emisi gas rumah kaca. Serta mengatasi masalah yang ditimbulkan
genangan air seperti demam berdarah. (dalam www.biopori.com) pembuatan lubang biopori ini dapat
dilakuan di lingkungan kampus PGSD untuk mengatasi masalah genangan air ketika
musim penghujan tiba.
6.
Perbaikan
Akses Jalan Kampus
Jalan merupakan hal yang terpenting
demi kenyamanan ketika aktivitas perkuliah di kampus. Kemudahan akses jalan
menuju ruang kuliah harus diperhatikan, mengingat kampus PGSD memiliki kontur
tanah yang tidak rata sehingga pembuatan jalan setapak yang nyaman akan sanagt
membantu mahasiswa dan dosen menuju kantor PGSD ataupu ruang kuliah.
7.
Penerangan
di Kampus
Universitas Negeri Semarang melakukan
penghematan dalam menggunakan energi listrik, namun hal itu bukan berarti
penerangan di kampus harus dikurangi sehingga kampus menjadi gelap ketika malam
agtaupu ruang kuliah menjadi gelap. Penerangan merupakan hal yang penting. Jika
pihak UNNES sedang mengadakan penghematan untuk energi listrik, kita dapat
menggunkan energi alternatif seperti panel surya untuk penerangan.
Mewujudkan PGSD, Kampusku
Nyaman Menarik Hati memang tidak mudah namun hal itu dapat dilakukan dengan
adanya dukungan dari seluruh Keluarga besar PGSD UNNES dan seluruh jajaran
fakultas dan Universitas.PGSD sebagai jurusan favorit dengan ribuan pendaftar
setiap tahun telah menarik hati banyak calon mahasiswa untuk mendaftar. Namun,
hal itu juga harus dibarengi dengan peningkatan mutu, sarana dan prasarana
untuk menunjang kenyamanan dalam aktivitas perkuliahan dengan tidaka melupakan bahwa
Universitas Negeri semarang merupakan Universitas Konservasi yang memegang
tujuh pilar konservasi dalam melaksanakan pembangunan dan penataan di
lingkungan kapus untuk mewujudkan PGSD, Kampusku Nyaman Menarik Hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar