Kamis, 03 Oktober 2013

cerita tentang kampusku


PGSD, KAMPUSKU NYAMAN MENARIK HATI ?


Pesona PGSD ternyata mampu memikat lulusan SMA untuk mendaftar menjadi mahasiswa jurusan tersebut. Siapa yang tidak ingin masuk kuliah di perguruan tinggi Negeri atau favorit serta masuk jurusan yang favorit serta prospek ke depannya baik. PGSD atau Pendidikan Guru Sekolah Dasar yaitu jurusan pencetak guru-guru SD di Indonesia yang sekarang menjadi fenomena saat Ujian Masuk Perguruan Tinggi beberapa tahun terakhir. PGSD Universitas Negeri Semarang yang berada di dua wilayah yaitu PGSD Ngaliyan dan PGSD Tegal merupakan jurusan terfavorit di Universitas Negeri Semarang. Ribuan calon pendaftar memilih PGSD sebagai pilihan pertama ketika SNMPTN. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Semarang (Unnes) tetap menjadi primadona bagi para pendaftar. Tercatat, 11.474 pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 harus memperebutkan 330 kursi yang tersedia pada jurusan tersebut. (dalam www.kampus.okezone.com)

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebuah jurusan yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Sebuah Universitas yang mengukuhkan diri sebagai universitas konservasi sejak diberlakukannya Peraturan Rektor nomor 22 Tahun 2009. Berdasar Peraturan Rektor nomor 22 Tahun 2009  yang dimaksud Universitas Konservasi adalah universitas yang dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memiliki konsep yang mengacu pada prinsip-prinsip konservasi (perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari) baik konservasi terhadap sumberdaya alam, lingkungan, sumberdaya manusia, seni dan budaya. Menilik pada peraturan rektor tersebut lingkungan juga termasuk aspek yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan konservasi. PGSD yang terbagi menjadi PGSD Ngaliyan dan PGSD Tegal sedang giat melakukan pembangunan dan penataan lingkungan kampus, yang juga harus tetap memperhatikan lingkungan sebagai salah satu aspek konservasi di Universitas Negeri Semarang.

            Mahasiswa Baru di Jurusan PGSD UPP Ngaliyan, kesan pertama yang ada di setiap hati mahasiswa baru angkatan 2011 saat itu adalah gedung SMA tempat asal lebih bagus dan lebih baik dari gedung PGSD. Kampus yang terletak di daerah Wonosari Ngaliyan dengan kontur pegunungan dan tanah merah yang ketika hujan akan becek dan banyak kubangan lumpur serta berada di pinggir jurang. Sangat berbeda dari kesan pertama ketika mengikuti PPA (Program Pengenalan Akademik) yang pada tahun 2011 diadakan secara terpadu yaitu seluruh mahasiswa dari jurusan di Fakultas Ilmu Pendidikan menjadi satu di Fakultas Ilmu Pendidikan di daerah Sekaran bertempat di depan gedung A2 atau Dekanat FIP. Gedung di Fakultas serta lingkungan berbeda dengan lingkungan di PGSD saat itu. Gedung di fakultas tampak rapi dan terawat serta lingkungan bersih dan hijau walaupun terletak disamping jurang, namun jurang di dekat fakultas hijau tersebut terawat dengan ditanami pohon besar untuk penyangga kontur tanah.

            Lingkungan PGSD UPP Ngaliyan saat itu masih belum dibangun gedung seperti saat ini. Dua kerangka gedung dibiarkan tidak terurus serta puing-puing reruntuhan bangunan menjadi pemandangan pertama ketika masuk gerbang PGSD. Hal yang terbayang saat itu adalah kampusku, tidak senyaman dan seindah SMAku dahulu. Kontras dengan asrama PGSD yang mewah seperti hotel dengan tiga gedung utama dan gazebo diantara gedung. Namun hal itu ternyata juga mnejadi perhatian pihak jurusan dan universitas sehingga selang beberapa bulan, PGSD mulai membangun dan berbenah diri sehingga sekarang di PGSD telah ada 3 gedung baru yaitu gedung kantor PGSD dan Laboraturium Microteaching serta gedung perkuliahan yang sampai saat ini belum digunakan.
            Pembangunan lingkungan kampus di universitas negeri semarang sebagai universitas konservasi tentu tidak terlepas dari tujuh pilar konservasi yaitu Arsitektur Hijau dan Transportasi Internal, Biodiversitas, Energi Bersih, Seni Budaya, Kaderisasi Konservasi, Kebijakan Nir Kertas dan Pengolahan Limbah. Terkait dengan tujuh pilar konservasi tersebut pembangunan di PGSD juga tidak terlepas dari tujuh pilar konservasi. Arsitektur Hijau secara sederhana mempunyai pengertian bangunan atau lingkungan binaan yang dapat mengurangi atau dapat melakukan efisiensi sumber daya material, air dan energi, dalam pengertian luas adalah bangunan atau lingkungan binaan yang efisien dalam penggunaan energi, air dan segala sumber daya yang ada, mampu menjaga keselamatan, keamanan dan kesehatan penghuninya dalam mengembangkan produktivitas penghuninya, mampu mengurangi sampah, polusi dan kerusakan lingkungan. (dalam www.konservasi.unnes.ac.id)
            Kampus PGSD yang terletak di daerah Wonosari Ngaliyan ini rawan dengan bencana yaitu banjir dan tanah longsor. Bersebelahan dengan jurang, kampus PGSD UNNES pada tanggal 15 januari 2013 mengalami bencana tanah longsor. Dua buah gedung kosong yang terletak di bibir jurang roboh bersama dengan tanah yang longsor. Hal yang memprihatinkan mengingat UNNES merupakan universitas konservasi yang menjunjung tujuh pilar konservasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan dan kesehatan penghuninya serta Jurusan PGSD adalah jurusan terfavorit di UNNES yang menjadi ikon universitas konservasi tersebut. Pengerian kata ikon menurut KBBI merupakan lukisan, gambar. Menilik dari arti kata tersebut PGSD sebagai ikon UNNES merupakan gambaran UNNES pertama kali untuk masyarakat awam yang belum mengenal UNNES. Sebagai ikon universitas, PGSD harus menunjukkan bahwa UNNES merupakan kampus konservasi yang harus dibarengi dengan pembnagunan dan penataan lingkungan PGSD. Hal-hal yang harus dilakukan untuk menata lingkungan PGSD adalah dengan memperhatikan tujuh langkah menuju PGSD Jaya yaitu :
1.    Penghijaun dan Terasering Jurang
Penataan bangunan di pinggir jurang merupakan hal yang harus dilakukan pertama kali. Penghijaundan terasering untuk mencegah terjadinya tanah longsor untuk ketiga kalinya di PGSD. Untuk mewujudkan hal ini program one man one tree yang digalakkan oleh Rektor UNNES sudah selayaknya diarahkan untuk penghijauan di lingkungan PGSD UNNES. Bukan hanya menanam tetapi merawat dan menjaga agar penghijauan tersebut berhasil. Pembuatan terasering juga sangat diperlukan dalam mencegah tanah longsor tersebut mengingat kontur tanah di wilayah PGSD ini mudah longsor jika musim penghujan tiba. Karena, setiap musim penghujan tiba setiap mahasiswa, akan merasa tidak tenang ketika ,menuntut ilmu dan dibayangi dengan bencana tanah longsor sehingga mereka merasa tidak nyaman untuk belajar di universitas konservasi tersebut.
2.    Pemanfaatan Lahan Kosong
Kampus PGSD UPP Ngaliyan mempunyai tanah yang lebih luas dari Fakultas Ilmu Pendidikan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kampus dan sarana pembelajaran bagi mahasiswa yang nantinya akan menjadi calon guru SD yang terjun ke daerah-daerah di seluruh pelosok Jawa tengah dan Indonesia. Lahan kosong ini dapat dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha dengan memanfaatkan lahan kosong tersebut menjadi lahan pertanian. Di lahan tersebut mahasiswa PGSD dapat membudidayakan pohon buah, karena pada saat kuliah Pendidikan IPA SD mahasiswa mendapat tugas membawa satu buah bibit tanaman buah. Nantinya bibit tanaman buah tersebut dapat dimanfaatkan untuk ditanam di lahan mosong tersebut dan mahasiswa yang akan merawat pohon tersebut dan hasilnya yang akan merasakan juga mahasiswa.
3.    Pembuatan Taman dan Gazebo di Lingkungan Kampus
Jika melihat di UNNES Sekaran di beberapa Fakultas telah ada Taman dan Gazebo yang digunakan oleh mahasiswa untuk beristirahat atau mengerjakan tugas di sela-sela kesibukan kuliah.  Gazebo tersebut dilengkapi dengan wifi yang dapat digunakan oleh mahasiswa kapanpun. Walaupun di kampus PGSD sudah ada wifi namun hal tersebut belum maksimal karena wifi hanya terdapat di kantor PGSD dan laboraturium microteaching. Taman tersebut juga dapat memperindah lingkungan kampus dan menunjukkan kesan sebagai Universitas konservasi yang peduli terhadap lingkungan. Karena pohon di taman tersebut dapat menghasilkan oksigen dan membuat udara menjadi sejuk.
4.    Penggalakan Jumat Bersih
Penggalakan Jumat bersih di Kampus PGSD merupakan suatu upaya untuk menumbuhkan karakter kerjasama, gotong royong. Kerjasama antara mahasiswa dan dosen dan seluruh keluarga PGSD UNNES untuk sadar lingkungan dan mencintai Kampus PGSD. Menunjukkan aksi nyata dan bukan hanya mengeluh dengan lingkungan kampus. Hari Jumat yang biasanya digunakan untuk senam juga harus digalakkan untuk kerjabakti membersihkan lingkungan PGSD, agar setiap keluarga besar PGSD merasakan menjadi bagian dari kampus PGSD dan memiliki Kampus PGSD.
5.    Pembuatan Lubang Biopori
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resapan air, mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Serta mengatasi masalah yang ditimbulkan genangan air seperti demam berdarah. (dalam www.biopori.com) pembuatan lubang biopori ini dapat dilakuan di lingkungan kampus PGSD untuk mengatasi masalah genangan air ketika musim penghujan tiba.
6.    Perbaikan Akses Jalan Kampus
Jalan merupakan hal yang terpenting demi kenyamanan ketika aktivitas perkuliah di kampus. Kemudahan akses jalan menuju ruang kuliah harus diperhatikan, mengingat kampus PGSD memiliki kontur tanah yang tidak rata sehingga pembuatan jalan setapak yang nyaman akan sanagt membantu mahasiswa dan dosen menuju kantor PGSD ataupu ruang kuliah.
7.    Penerangan di Kampus
Universitas Negeri Semarang melakukan penghematan dalam menggunakan energi listrik, namun hal itu bukan berarti penerangan di kampus harus dikurangi sehingga kampus menjadi gelap ketika malam agtaupu ruang kuliah menjadi gelap. Penerangan merupakan hal yang penting. Jika pihak UNNES sedang mengadakan penghematan untuk energi listrik, kita dapat menggunkan energi alternatif seperti panel surya untuk penerangan. 
Mewujudkan PGSD, Kampusku Nyaman Menarik Hati memang tidak mudah namun hal itu dapat dilakukan dengan adanya dukungan dari seluruh Keluarga besar PGSD UNNES dan seluruh jajaran fakultas dan Universitas.PGSD sebagai jurusan favorit dengan ribuan pendaftar setiap tahun telah menarik hati banyak calon mahasiswa untuk mendaftar. Namun, hal itu juga harus dibarengi dengan peningkatan mutu, sarana dan prasarana untuk menunjang kenyamanan dalam aktivitas perkuliahan dengan tidaka melupakan bahwa Universitas Negeri semarang merupakan Universitas Konservasi yang memegang tujuh pilar konservasi dalam melaksanakan pembangunan dan penataan di lingkungan kapus untuk mewujudkan PGSD, Kampusku Nyaman Menarik Hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar